Grand Strategi
Launching Grand Strategi Pengelolaan Kolaboratif Pembangunan Samosir di Situs Batu Hobon
Sumber : http://hariansib.com/
Pemkab Samosir bekerjasama dengan Lembaga Konservasi Situs Batu Hobon (LKSB), selama dua hari sejak Jumat (4/9) akan mengadakan kegiatan akbar di Situs Batu Hobon Kecamatan Sianjurmula-mula. Kegiatan itu terkait “Launching grand strategy pengelolaan kolaboratif pembangunan Kabupaten Samosir” dan “Pagelaran visualisasi seni budaya etnis Batak”.
Dalam temu pers di ruang rapat Bappeda Samosir, Selasa (1/9), Sekretaris LKSB Viktor Sidabutar yang lebih dikenal dengan Pak Tua mengatakan kegiatan LKSB bersama Pemkab Samosir sudah menandatangani kesepakatan yang bertujuan menjaga pelestarian alam kawasan Danau Toba menuju visi Samosir menjadi Kabupaten Pariwisata 2010.
Kegiatan itu berkaitan dengan konservasi hutan, lahan dan pengelolaan sumber daya air serta konservasi situs dan cagar budaya etnis Batak di Samosir. Kita berharap kegiatan yang masih berkelanjutan ini mampu meningkatkan kesejahtreraan masyaarakat Samosir, jelas Pak Tua kepada wartawan.
Grand strategy itu merangkum potensi Kabupaten Samosir dengan Danau Toba serta situs dan cagar budaya yang mengandung nilai sakralitas yang tinggi dan dikenal sebagai asal etnis Batak, baik dari sisi adat istiadat maupun seni budaya.
Dalam buku Grand Strategi yang masih dicetak terbatas itu merangkum beberapa kegiatan yang akan dilakukan di Kabupaten Samosir. Diantaranya, membuka akses transportasi seluas-luasnya menuju Kabupaten Samosir melalui jalur darat, danau dan udara. Pengembangan area konservasi Botani dengan membangun kebun raya Samosir diatas lahan seluas 100 ha. Membangun area konservasi sumber daya air dengan membangun Arboretum di lokasi Aek Natonang Kecamatan Simanindo seluas 105 ha terdiri dari darat seluas 83 ha dan danau seluas 22 ha, dengan area penyanggah seluas 545,29 ha.
Adanya area konservasi lahan, kebun, ternak dan sabuk hijau kebun raya Samosir di dan di beberapa Kecamatan di Samosir. Adanya area konservasi situs dan cagar budaya di Pusuk Buhit, Batu Hobon, Tomok, Liang Marlangkop dan tempat-tempat lain bersejarah di Samosir.
Selain pengembangan situs budaya, pengembangan wisata alam seperti hash, gantole, sepeda gunung, jetsky, panjat tebing, voli pantai, motor cross, dayung dan renang tetap terus dilakukan, mengingat kegiatan itu sudah pernah dilakukan di Samosir.
“Tugas kami dari LKSB membantu Pemkab Samosir dalam merumuskan kebijakan perencanaan dan pengelolaan situs serta perangkat kebijakan lain yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan situs dan warisan budaya serta warisan alam. Kami akan memberikan pertimbangan, mendukungm dan mengontrol serta mengevaluasi pengelolaan situs dan cagar budaya alam. Kami juga akan menjadi agen dan pelaku kegiatan konservasi, pengelolaan, publikasi serta sosialisasi,” papar Pak Tua didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup Samosir, Darwin Harianja.
Grand Launching Direncanakan Dihadiri Gubsu dan Beberapa Menteri
Kita sampai sekarang berharap dalama grand launching dan pagelaran seni budaya Batak di situs Batu Hobon Kecamatan Sianjurmula-mula selama dua hari itu dihadiri Gubsu dan beberapa Menteri. Undangan kepada Menteri Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Menteri Budaya dan PAriwisata, Lingkungan hidup, PDT dan Mendagri sudah kita kirimkan Semoga tidak ada halangan lain agar mereka dapat hadir dalam momen yang bersejarah ini, jawab sekretaris panitia kegiatan Subandrio Parhusip.




0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda